Selamat malam sobat masih suka piknik kan dan kali ini saya akan
merefrensi piknik saya yaa memang sudah lama sih waktu ini pas bulan mei
2015 dan tanggalnya saya lupa pas waktu itu selesai ujian nasional dari
pada bete mending piknik saja ke "SIKUNIR"
bukit sikunir
Bagi para pemburu "Say Hello" dengan Matahari atau calon pemburu serupa,
dimanapun tempatnya, pasti sudah terbiasa melihat kedatangan dan
kepergiannya (Matahari-Sang Fajar). Umumnya persiapan untuk menyambut
kedatangannya akan lebih merepotkan, karena dilakukan ketika kita sedang
terlelap tidur. Tetapi memang perlu ada pengorbanan sedikit untuk
melihat sesuatu yang berbeda, menyambur kedatangan matahari "Sunrise"
bisa dimana saja, tetapi ada satu tempat menarik yang menawarkan
keindahan berbeda, tempat itu berada di bukit Sikunir Dieng.
pertigaan dieng
Letaknya berada di desa Sembungan yang memiliki ketinggian 2300m dpl,
artinya andai kita ada di pantai, perbedaan tingginya itu 2,3 kilometer
ke atas vertikal. Karena berada diatas bukit jadi kita harus mendaki
dahulu sebentar,
tapi tenang, hanya sebentar saja, tidak lebih dari satu jam dari bawah
bukit yang bersebelahan dengan suatu kolam bernama Telaga Cebong. Akses
menuju ke kaki bukit juga sudah bagus, dapat ditempuh oleh kendaraan
bermotor dari kawasan Dieng nya sebagai basis pariwisatanya, jadi lewat pukul 4 pagi kita sudah
harus bersiap, lumayan kan bisa hirup udara pagi serta mendapat bonus
olah raga mendaki.
Sesampainya diatas kita akan menunggu disuatu tempat lapang, tetapi
tidak terlalu luas. Disana sebenarnya kita melihat suatu jurang besar
menganga, terlihat dataran Jawa Tengah memanjang hingga batas mata kita.
Bukit Sikunir sendiri berketinggian 2600m dpl, secara pengertian orang
awam maka sudah melebihi batas minimal ketinggian awan diatas suatu
daratan, jika beruntung maka kita dapat melihat gumpalan awan tebal
dibawah garis mata kita. Tetapi cuaca kadang tidak dapat diduga, kadang
awannya itu hanya berupa kabut tipis atau tidak ada sama sekali karena
tidak adanya aktifitas awan disekitar, yang pasti itu hanya tambahan
pemandangan yang disajikan oleh alam.
Yang pasti terlihat dari sana adalah terlihatnya Gunung Sindoro berjarak
sangat dekat, padahal jarak sebenarnya itu bisa berpuluh-puluh
kilometer. Kebetulan dibelakangnya (Sindoro) terdapat Gunung Sumbing
tetapi dari Sikunir tida terlihat karena letaknya membelakangi. Andai
cuaca baik tidak terhalang awan juga terlihat Gunung Merapi dan Merbabu
yang terlihat sangat kecil.
sunrise pagi
akhirnya kita menyaksikan perubahan dari batas mata, awalnya hanya garis
tipis kekuningan, kemudian semakin terang hingga terlihatlah Matahari
sebagai setitik kecil sebagai tanda kedatangannya, kita tentu akan
mengabadikan momen kedatangannya tersebut. Yang cukup menjadi acuan
adalah jika kita datang pada musim penghujan maka posisi matahari sedang
berada di garis selatan sehingga akan muncul dibalik Gunung Sindoro,
kebetulan pasa masa itu (Oktober-April) negara di belahan bumi selatan
sedang musim panas. Jadi andai kita datang pada musim kemarau akan
sebaliknya, datangnya matahari agak lebih ke utara.
Ada pun ini foto foto narsis saya dari belakang hahah











0 komentar:
Posting Komentar